Tricycle

Writen by Nanda Wirabaskara

Lidah Philippine tidak membacanya sebagai trisaikel tetapi “traisikel”, atau secara singkat mereka sering menyebutnya “trai”.

Di Metro Manila bisa dijumpai kendaraan umum yang menyerupai ojek di Indonesia, hanya saja sepeda motor ini dimodifikasi dengan tambahan kereta samping untuk penumpang dengan sebuah roda. Jadilah motor beroda tiga ini dinamai tricycle. Konon kabarnya mendiang Fredy Mercury menciptakan salah satu hitnya ketika dia sedang berada di manila dan tertarik untuk mencoba kendaraan umum yang unik itu. Jadilah dia menemukan ide untuk memulai lagunya dengan antusiasme, “I want to ride my tricycle, I want to ride my tri..” Begitulah ekspresi Fredi Mercury kala itu seperti anak kecil di pagi hari berangkat piknik yang dinanti.

Tricycle di Manila diperuntukkan sebagai angkutan perkampungan yang membawa penumpang dari ujung gang di pinggir jalan raya ke dalam kampung atau sebaliknya. Oleh karena itu mereka biasa mangkal di ujung-ujung gang. Meskipun tricycle ini dilarang melewati jalan raya di Metro Manila, namun bisa dijumpai pengecualian di Katipunan Avenue di depan Kampus Ateneo di mana tricycle berlalu lalang membawa penumpang. Perkecualian lain bisa dijumpai dengan lebih massif di pusat Metro Manila seputaran China Town yang semrawut, di mana tricycle berwarna hijau berlalu lalang di jalan-jalan raya. Di daerah ini tricycle yang beroperasi agak tidak umum, yaitu tricycle dengan sepeda kayuh dan sepeda motor rakitan dengan mesin yang biasa dipakai untuk memompa air oleh petani di Jawa Tengah. Jadilah tricycle di sini bukan sepeda motor yang dimodifikasi tetapi sebuah kendaraan yang dirakit menembak tricycle dan kemudian menyandang nama yang sama. Di samping itu tricycle di sini mempunyai ukuran kereta samping yang lebih besar, sehingga bisa memuat penumpang yang lebih banyak.

Warna yang berbeda-beda dari tricycle menjadi pembeda wilayah operasionalnya. Tricycle dengan warna hijau dan putih beroperasi di barangay-barangay (kampung) di Katipunan dan Kampus Ateneo, tricycle dengan warna ungu beroperasi di barangay Barangka. Sejauh ini saya hanya menewui tricycle dengan warna hijau, putih, ungu, kuning, cokelat, hitam dan merah. Jadi di beberapa barangay yang berbeda dimungkinkan beroperasi tricycle dengan warna yang sama.

Tricycle ini bisa memuat penumpang yang ‘berlebihan’, yaitu 1-2 orang membonceng sepeda motor di belakang pengemudi dan 3-4 orang berjubel di dalam kereta samping. Sedang untuk tricycle di daerah China Town, kereta samping yang lebih besar dengan dua buah kursi yang berhadapan atau saling membelakangi, 4 orang penumpang bisa duduk tanpa perlu berjubel di dalamnya.

Advertisements

~ by roromendoet on February 6, 2010.

4 Responses to “Tricycle”

  1. nyamuk manila takut tiga roda ora nda?

  2. ketoke neng kene raono batnyamuk bakar j, tur yo raono merk 3 roda. nek ono paling yo ra wedi.. wong nyamuke sak jingklong2..

  3. asik banget nih..
    hehehe..

  4. yg ini dibumbui humor..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: