bunga plastik untuk tuhan

by: nanda wirabaskara chiang mai, mei 2010

ini adalah sebuah kisah
yang jamak lumrah terjadi di seluruh muka bumi
sejamak pohon yang meranggas di musim kemarau
dan bersemi di masa muda

pamit sang putra
pada semua keluarga di desa
untuk menuntut ilmu di kota
sendiri di dalam doa

sendiri di masa muda
seperti dirantai siksa
di luar sana semua hiruk-pikuk
sendiri di sini dengan buku-buku yang membuat ngantuk

tanpa banyak kata adalah pada awalnya
kebersamaan ini dibangun untuk saling berpacu
meraih prestasi tertinggi
harapan yang dititipkan keluarga di rumah

dalam irama gairah muda
semua berjalan bagai hembusan angin
wusshh….
tiba pada ketika meja serta buku-buku berubah menjadi penghalang


hanya kita berdua dan perbincangan-perbincangan
sementara gejolak naluri muda berada di luar perhitungan
atau sejak sangat awal disembunyikan dalam kesabaran
hingga tiba-tiba saja kata-kata tidak lagi cukup


sentuhan-sentuhan mulai diucapkan
meski berjalan dalam koridor remeh
tidak njaman dan sudah ditinggalkan:
petan di bangku taman


hasrat sang muda memang selalu menggelora
menghilangkan tulang dalam lidah kita
hingga terlontar suatu kata, “datanglah ke asrama.
siang hari saja, di jam berkunjung.”


begitulah sang muda membalik dunia
yang sendiri di luar sana dibakar cuaca
tanpa bisa meranggas
dan harus meneruskan jalannya


di sini hiruk-pikuk menghalau kantuk
mengambil alih kepemilikan dunia
di titian yang membuat mereka
membakar doa yang belum selesai dipanjatkan

.

bunga plastik untuk tuhan

Advertisements

~ by roromendoet on May 14, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: