sukerta

pembacaan etimologis oleh nanda wirabaskara

sukerta oleh masyarakat jawa pada umumnya sekarang ini dianggap sebagai suatu keadaan spiritual yang buruk, sehingga membutuhkan untuk diruat–dilakukan upacara untuk menetralisirnya. makna kata sukerta yang sekarang dikenal umum di masyarakat jawa ini terbentuk setelah melalui proses perubahan makna yang terjadi entah kapan.

kalau dirunut secara etimologis, kata sukerta berasal dari kata su yang berarti baik, indah, harmoni; dan kerta yang berarti aman atau tentram. sukerta berarti keadaan baik yang tentram. anak sukerta berarti anak yang (secara spiritual mempunyai potensi) baik dan tentram.

berdasar pada pembacaan secara etimologis tersebut kalau dirunut  pada masa awal kata “sukerta” itu dimunculkan untuk anak-anak dengan bakat spiritual yang bagus. anak sukerta berarti anak dengan bakat spiritual yang akan membuatnya mempunyai kemampuan tertentu–yang mengandung unsur kebaikan, harmoni, aman, dan tentram.

pada masa dahulu di jawa, dinamika pergantian pemimpin–raja–sangatlah tinggi. kepemimpinan seorang raja bisa digulingkan oleh klan atau trah lain yang merasa berhak, saudaranya sendiri, atau bahkan orang biasa yang tidak mempunyai latar belakang darah bangsawan.  setelah peristiwa penggulingan kekuasaan seperti itu raja baru bisa menobatkan diri menduduki tahta kerajaan atau membumi hanguskan kerajaan itu dan membuat kerajaan baru di atasnya. sejarah mencatat bahkan kerajaan majapahit yang masyhur itu pun hanya bertahan sekitar 300 tahun (wikipedia), sedangkan kerajaan mataram islam yang tidak besar itu pun sampai terpecah menjadi 4 ketika belum 100 tahun (wikipedia)

dengan pola seperti ini tentunya setiap raja yang berkuasa akan sebisa mungkin mengantisipasi segala potensi makar.  dari motif inilah kepentingan statusquo mulai membelokkan arah makna kata sukerta demi mengurangi potensi munculnya orang-orang dengan bakat kemampuan yang lebih. seorang anak sukerta diharuskan untuk dinetralisir bakat spiritualnya dengan ruwatan. kata sukerta kemudian dibebani makna yang negatif supaya orang segera meruwat anaknya yang sukerta. apa yang terjadi di jawa pada masa lalu ini walau bagaimanapun juga sedikit lebih manusiawi dibandingkan dengan yang terjadi di timur tengah atau di tempat lain yang pada waktu itu dengan membunuh semua anak yang mempunyai ciri-ciri yang diramalkan akan memimpin.

demikianlah pembacaan saya terhadap makna sukerta yang  menurut saya telah bergeser demi kepentingan tertentu. keperluan saya melakukan pembacaan etimologis ini adalah semata-mata untuk meluruskan sejarah dan budaya jawa yang sedang bangkrut ini. anak sukerta adalah anak dengan bakat spiritual yang baik. kalau memang mau diruwat janganlah anda meruwatnya karena anda beranggapan anak tersebut mempunyai potensi buruk atau sial.

Advertisements

~ by roromendoet on November 8, 2011.

One Response to “sukerta”

  1. apakah sukerta berarti sama dengan indigo? bagaimana ciri-ciri nyata yg bisa dikenali dari anak sukerta? mohon pencerahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s